February 29, 2024
Ilustrasi jarum suntik untuk botox. Sumber: pexels.com.

Ilustrasi jarum suntik untuk botox. Sumber: pexels.com.

Tanggal 25 Maret 2022 lalu, gue memutuskan untuk treatment botox wajah supaya V-shape, alias wajah lebih kencang dan lancip. Treatment botox artinya dokter memberikan injeksi atau suntikan berisi botulinum toxin ke otot-otot tertentu pada wajah, untuk meminimalkan kerutan. Berhubung gue sudah memasuki usia 30-an, beberapa kerutan mulai terlihat dan wajah terasa kendor. Sebetulnya, gue sudah sering dengar tentang botox dari sejak usia 20-an. Tadinya, gue pikir botox itu hanya untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Eh, ternyata tidak!

Setelah gue baca-baca informasi produk Botox®, treatment ini sudah boleh dipakai untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Walaupun pada prakteknya, dokter kulit biasanya menyarankan botox saat pasien sudah berusia 25 tahun ke atas. Dan ga mesti pas kerutan wajah sudah terlihat jelas, barulah di-botox. Saat kerutan masih samar atau berupa fine lines, bahkan jika seseorang tersebut masih muda namun memiliki kecenderungan tinggi untuk memiliki kerutan (misal karena punya expressive facial lines), treatment botox sudah bisa dilakukan (tentunya dalam dosis yang sudah disesuaikan).

Hal yang dilakukan sebelum botox

Teman-teman, sebelum treatment kecantikan apapun tentunya kita mesti tahu dulu apa yang akan kita hadapi saat treatment dan adakah hal-hal yang perlu kita perhatikan setelah treatment nantinya. Sama halnya dengan botox, sebelum treatment gue cari informasi dan KONSULTASI terlebih dahulu ke dokter kulit di klinik kecantikan yang terpercaya. Ada berbagai faktor yang teman-teman mesti ketahui sebelum memutuskan untuk botox, di antaranya terkait dengan:

  • kondisi medis kita
  • seperti apa ekspektasi kita setelah botox
  • apakah botox (saja) bisa memenuhi ekspektasi tersebut
  • pantangannya apa saja setelah botox
  • biaya yang dibutuhkan.

Selengkapnya gue bahas di artikel berikut, “9 Hal yang WAJIB kamu ketahui sebelum botox! Nomor 9 paling penting!“.

Dan setelah gue pertimbangkan semua faktor di atas, botox ini bisa menjawab nih permasalahan fine lines dan kulit wajah gue yang kendor. Dari sisi medis, saat konsultasi gue sampaikan riwayat penyakit dan alergi obat ke dokter di Marvee Clinic, dr. Merry Cardina. Gue juga memberitahukan ke beliau bahwa saat itu gue masih menyusui. Kebetulan di saat yang sama, ternyata dr. Merry juga sama-sama busui dan beliau bilang no problem untuk botox di periode menyusui.

Konsultasi treatment kecantikan dengan dr. Merry Cardina di Marvee Clinic, Matraman, Jakarta (25 Maret 2022). Copyright of Miareveals.com.
Konsultasi treatment kecantikan dengan dr. Merry Cardina di Marvee Clinic, Matraman, Jakarta (25 Maret 2022). Copyright of Miareveals.com.

Target botox yang akan gue lakukan adalah botox di area upper face, yang meliputi:

  • kerutan di samping mata (crow’s feet)
  • kerutan di area antara dahi dan di sekitar batang hidung (frown lines dan bunny lines)
  • kerutan di dahi (forehead lines)
  • cuping hidung
  • rahang

Tentunya, gue juga sudah siap dari sisi dana. Gue akui, treatment botox memang ga murah. Tapi kalau hasilnya bagus, menurut gue tidak apa-apa. Anggaplah treatment kecantikan itu sebagai investasi untuk diri sendiri.

Beres konsultasi dengan dokter, facial therapist di Marvee Clinic langsung mempersiapkan wajah gue untuk treatment botox. Wajah dibersihkan terlebih dahulu dengan facial cleanser dan dibilas dengan air, lalu dikeringkan. Setelah itu, wajah dioleskan krim anestesi dan di-wrap dengan plastic wrap selama kurang lebih 90-120 menit agar krim lebih menyerap. Tujuan pemakaian krim anestesi adalah untuk meminimalkan rasa sakit ketika wajah disuntik nantinya. Sekitar 2 jam kemudian, wrap wajah dibuka dan krim anestesi dilap hingga bersih.

Pemakaian krim anestesi yang kemudian dilapisi plastic wrap, sebelum treatment botox wajah. Copyright of Miareveals.com.
Pemakaian krim anestesi yang kemudian dilapisi plastic wrap, sebelum treatment botox wajah. Copyright of Miareveals.com.

Oh iya, sebetulnya sebelum botox, ada treatment lain yang gue lakukan terlebih dahulu di hari yang sama, yaitu chemical peeling, laser acne, dan mesotherapy wajah. Nah buat teman-teman yang tertarik botox, diskusikan juga dengan dokter ya jika ada treatment lain yang ingin kamu lakukan sebelum botox! Nanti dokter akan menyarankan urutan treatment yang terbaik itu seperti apa.

Hal yang dialami saat botox

Ketika botox, dokter akan menyuruh kita untuk mengekspresikan wajah semaksimal mungkin. Hal ini dilakukan agar target otot wajah yang akan disuntik botox, itu terlihat jelas. Beberapa ekspresi yang gue lakukan adalah sebagai berikut:

Contoh ekspresi wajah yang dilakukan untuk menentukan titik penyuntikan botox. Copyright of Miareveals.com.
Contoh ekspresi wajah yang dilakukan untuk menentukan titik penyuntikan botox. Copyright of Miareveals.com.

Tiap selesai satu ekspresi, dokter segera menandai target suntik botox di wajah (sepertinya pakai kapur tulis atau spidol putih). Selain ekspresi di atas, gue juga disuruh tersenyum sambil merapatkan barisan gigi atas dan bawah kuat-kuat (bagian geraham atas dan bawah saling bertemu). Ini tujuannya untuk menentukan titik target botox rahang, agar menghasilkan wajah yang tampak lebih V-shape dan saat tersenyum pipi lebih naik. Kemudian, gue juga disuntik sedikit botox di area cuping hidung untuk mengecilkan tampilan hidung yang besar.

Foto saat prosedur botox wajah di Marvee Clinic, Matraman, Jakarta. Copyright of Miareveals.com.
Foto saat prosedur botox wajah di Marvee Clinic, Matraman, Jakarta. Copyright of Miareveals.com.

Saat disuntik botox, rasanya seperti ketika disuntik pada umumnya, agak sakit. Krim anestesi yang sebelumnya dioleskan, membantu agar rasa sakitnya lebih bisa ditolerir (walaupun tetap terasa ya sedikit sakit). Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan prosedur suntik di seluruh titik botox cukup cepat, sekitar 20-30 menit.

Apa yang terjadi setelah botox?

Setelah prosedur suntik botox selesai, maka wajah akan diberikan krim anti iritasi dan jika diperlukan, bisa pakai sunblock. Kemudian, berhubung gue melakukan botox dahi, maka sesuai arahan dari dokter, gue ga boleh menunduk atau mendongak minimal 4 jam ke depan. Jadi, sebisa mungkin posisi wajah dijaga agar tetap ke depan, walaupun mata misalnya sambil melirik ke bawah atau ke samping. Agak pegal sih wajah gue, dan yang paling susah kalau perlu lihat HP ya HP-nya diarahkan agar sejajar dengan pandangan mata.

Selain itu, baiknya memang setelah botox tidak menyetir terlebih dahulu. Karena saat menyetir, wajah perlu bebas menengok kesana-kemari tanpa perlu khawatir apakah cairan botox bisa stay dengan baik di titik suntiknya. Saran gue, pulang dari klinik bisa naik taksi atau minta supir untuk menjemput.

Seperti prosedur suntik pada umumnya, mungkin saja akan ada memar di daerah penyuntikan. Terkait hal tersebut, memar bisa dikompres dengan es batu. Alternatif lainnya, daerah yang memar tersebut dapat dioleskan dengan Thrombophop®. Jangan khawatir, memar akan hilang dalam 1-2 hari. Namun, jika memar, rasa sakit terus menerus teras, atau muncul keluhan lainnya pasca botox, segera konsultasi ke dokter ya!

Review jujur treatment botox di Marvee Clinic Jakarta

Dari segi treatment-nya, menurut gue, treatment botox di Marvee Clinic itu bagus. Dokternya profesional, tempatnya bersih dan rapi. Yang terpenting, perawatannya ngefek gitu lho! Di wajah langsung terlihat, my wrinkles are gone! Dari segi harga, memang tidak ada botox yang murah. Dan lagi, efeknya hanya bertahan 3-4 bulan saja. Tapi, untuk hasil yang bagus seperti ini, gue fine untuk menyiapkan dananya. Lagipula, Marvee Clinic sebetulnya cukup kompetitif harga treatment botox-nya.

Berikut ini foto before-after botox gue, bagian upper face:

Before-after suntik botox di bagian upper face, gambar sesudah diambil sekitar 1 bulan setelah botox. Copyright of Miareveals.com.
Before-after suntik botox di bagian upper face, gambar sesudah diambil sekitar 1 bulan setelah botox. Copyright of Miareveals.com.

Saat tersenyum lebar, itu paling terlihat efek botoxnya. Untuk kasus gue, awalnya pipi itu terlihat melebar aja gitu kan. Setelah botox, jadi terlihat ada dimensinya. Berikut foto before-after, saat tersenyum lebar.

Before-after suntik botox, saat tersenyum lebar. Gambar sesudah diambil sekitar 1 bulan setelah botox. Copyright of Miareveals.com.
Before-after suntik botox, saat tersenyum lebar. Gambar sesudah diambil sekitar 1 bulan setelah botox. Copyright of Miareveals.com.

Setelah botox, pipi lebih naik sehingga overall wajah juga terlihat V-shape. Di foto after, gue memang sedang pakai make-up. Tapi itu tanpa shading dan hanya pakai sedikit banget blush-on, lho! Gue pilih foto tersebut sebagai foto after, supaya bisa benar-benar kelihatan perbedaan sebelum dan sesudah botox. Pipi menjadi lebih naik dan membuat the apples of my cheeks itu lebih terlihat jelas.

Nah, bagaimana dengan pelayanan Marvee Clinic Jakarta terkait treatment botox?

Sebetulnya gue cukup puas, apalagi dr. Merry juga ramah dan menjawab banyak pertanyaan gue dengan baik. Facial therapist yang membantu selama treatment itu juga ramah banget. Sayangnya, ketika gue me-Whatsapp Marvee Clinic Jakarta untuk menanyakan merk botox yang dipakai, itu mereka ga mau kasih tahu! Hanya sebatas memberi informasi bahwa botox menggunakan produk yang sudah BPOM. Padahal gue sudah bilang, bahwa hal tersebut untuk record gue (ga ada niat untuk suntik sendiri lho ya! BIG NO!).

Gue ingin tahu merk-nya karena produk botox tersebut cocok di wajah dan ga menimbulkan reaksi alergi apapun. Jadi, kapanpun gue mau botox, at least gue sudah punya catatannya nih merk botox yang mana yang sesuai untuk wajah gue. Gue putuskan untuk coba tanya langsung ke dr. Merry begitu ada kesempatan bertemu lagi dengan beliau di kunjungan berikutnya.

=== UPDATE 14 May 2022: Saat treatment laser dan peeling dengan dr. Merry, gue tanyakan langsung terkait merk botox yang digunakan buat gue di Maret lalu. Beliau dengan cepat menginformasikan bahwa gue menggunakan Botox® dari Allergan. Selain Botox®, terkadang ada juga stok Xeomin® namun tidak banyak. Yang paling sering dipakai di Marvee Clinic adalah Botox®. ===

Anyway, selain Marvee Clinic, ada beberapa beauty clinic lain yang rentang harganya mirip dan pelayanannya juga baik. Kemungkinan, gue akan coba untuk botox di klinik berikut sekaligus mencoba merk botox yang mereka tawarkan, yaitu:

So, setelah baca artikel ini, apakah teman-teman tertarik botox? Atau ada yang ingin berbagi pengalaman terkait treatment botox? Yuk, cerita di comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *