June 3, 2023
Photo by SHVETS production: https://www.pexels.com/photo/woman-using-brush-to-put-gray-cosmetic-clay-on-other-womans-face-9775015/

Ilustrasi menggunakan clay mask. Sumber SHVETS Production from pexels.com

Salah satu produk skincare yang paling identik dengan self-care dan self-pampering adalah clay mask. Sebelumnya, kita telah mengenal clay sedikit lebih dalam, terutama clay jenis bentonit dan kaolin yang paling umum digunakan dalam clay mask. Di luar sana, ada banyak informasi yang menggadang-gadang clay sebagai bahan ajaib 100% alami. Di sini, kita akan membahas manfaat clay mask yang terbukti secara ilmiah, tanpa trik marketing!

Menyingkirkan minyak berlebih

Clay mask utamanya digunakan untuk menyingkirkan minyak berlebih dari kulit wajah berkat kemampuan penyerapannya yang tinggi. Makanya, clay mask dikenal sebagai skincare yang friendly for oily skin dan bermanfaat untuk mencegah timbulnya jerawat.

Kemampuan penyerapan clay bergantung pada komposisi, struktur, dan muatan unik dari setiap clay. Clay menyerap minyak melalui absorpsi, jadi struktur pori dan kapasitas pembengkakkan (swelling capacity) menjadi penentu utama kemampuannya. Di antara bentonit dan kaolin, bentonit memiliki kemampuan penyerapan yang lebih tinggi. Maka dari itu, orang-orang yang memiliki kulit sensitif atau normal-kering lebih disarankan menggunakan kaolin jika ingin memakai clay mask.

Menyingkirkan toksin

Baik bentonit maupun kaolin umumnya memiliki muatan negatif pada permukaannya. Maka secara teoritis, keduanya mampu menyerap senyawa-senyawa bermuatan positif. Kebetulan, banyak senyawa berbahaya (seperti logam berat dari polusi udara) memiliki muatan positif. Logam bermuatan positif pun bisa tersingkirkan bersama dengan clay ketika clay mask dibilas.

Clay juga mampu membantu menyingkirkan toksin dari bisa serangga atau hewan jika teman-teman (amit-amitnya) tersengat serangga atau tergigit hewan berbisa. Ini merupakan salah satu aplikasi clay paling tradisional dalam sejarah manusia.

Mengeksfoliasi kulit

Eksfoliasi adalah proses melepaskannya sel kulit mati dari permukaan stratum korneum (skin barrier). Setelah diaplikasikan, clay mask pasti dibilas dari wajah. Partikel mineral dari clay dapat berfungsi sebagai eksfoliator fisik ketika kontak dan bergesekan dengan permukaan kulit. Dengan demikian, clay mask dapat membantu sel kulit mati lepas sehingga permukaan kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah.

Menyingkirkan bakteri?

Awalnya, penyingkiran bakteri oleh clay dipercaya berkat interaksi elektrostatis antara permukaan clay yang bermuatan negatif dengan dinding sel bakteri yang bermuatan positif. Sederhananya, dipercaya bahwa clay mengikat bakteri dan menyingkirkannya dari permukaan kulit ketika clay mask dibilas.

Sekarang diketahui bahwa aksi antibakteri clay adalah berkat reaksi kimia antara komposisi mineral dan unsur kimia clay dengan bakteri daripada interaksi fisik seperti yang dipercaya sebelumnya. Maka dari itu, tidak semua clay bersifat antibakterial. Sebagian malah mendukung pertumbuhan bakteri—bahkan meskipun hampir serupa dari segala sisi dengan yang bersifat antibakterial. Saat ini belum ada cara pasti untuk menentukan efeknya selain dari meneliti langsung setiap clay mask.

Meremajakan kulit?

Efek ini juga merupakan efek clay mask yang masih minim bukti ilmiah. Banyak orang percaya bahwa clay mask mampu meningkatkan sirkulasi darah pada epidermis sehingga pembaharuan kulit lebih terstimulasi. Pemahaman ini bisa jadi timbul dari sensasi kulit “tertarik” saat clay mask mengering di atas kulit dan memerah setelah dibilas. Bisa jadi itu adalah tanda dari sirkulasi darah yang meningkat, tapi lebih besar kemungkinannya itu adalah tanda dari kulit yang kering dan teriritasi.

Bukan berarti clay mask sama sekali tidak memiliki potensi untuk meremajakan kulit. Penelitian ini menemukan bahwa sintesis kolagen meningkat pada kulit tikus setelah pengaplikasian clay mask selama 7 dan 14 hari. Ingat bahwa kulit manusia tidak sama dengan kulit tikus, dan jenis clay yang berbeda dapat memberikan efek yang berbeda pula.

Penelitian mengenai efek clay mask masih terbatas

Photo by Angela Roma : https://www.pexels.com/photo/crop-multiethnic-women-with-clay-mask-on-faces-7480297/
Ilustrasi pemakaian clay mask. Sumber Angela Roma from pexels.com

Kebanyakan efek yang digadangkan dari penggunaan clay mask saat ini didasarkan pada data empiris, alias berdasarkan pengalaman pribadi. Penelitian mengenai efek penggunaan clay sebagai clay mask saat ini masih terbatas, jadi banyak klaim dari clay mask belum terbukti secara jelas. Untuk saat ini, efek yang pasti bisa diperoleh dari penggunaan clay mask adalah penyingkiran minyak berlebih, penyingkiran toksin, dan eksfoliasi fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *