February 29, 2024
Photo by Sarah Chai: https://www.pexels.com/photo/crop-person-washing-arms-with-soap-7262986/

Illustration of Cleansing by Sarah Chai on pexels.com

Seberapa sering teman-teman menggunakan sabun dalam satu hari? Mulai dari cuci muka, mandi, cuci tangan, cuci piring, cuci baju, hingga mengepel… apakah masih bisa dihitung dengan jari? Untuk sesuatu yang sangat melekat dengan kehidupan kita, apakah teman-teman pernah memikirkan apa yang membuat sabun dapat bekerja? Kali ini kita akan mengenal sabun dan kegunaannya secara lebih dalam!

Kenapa kita menggunakan sabun untuk cleansing?

Ketika kita membersihkan sesuatu, yang berusaha kita singkirkan adalah kotoran seperti minyak, debu, dan kuman. Bayangkan teman-teman harus mencuci piring kotor hanya dengan air mengalir. Pasti susah untuk menyingkirkan minyak membandelnya kan?

Kebanyakan kotoran memiliki sifat yang serupa dengan minyak, yakni bersifat nonpolar. Sedangkan, air yang digunakan untuk membilas bersifat polar. Perbedaan polaritas ini menyebabkan air dan minyak tidak bisa bercampur. Makanya, ketika piring sekedar dibilas air, minyaknya tidak bisa disingkirkan dengan mudah karena tidak bercampur dan terbawa oleh air. Di situlah peran sabun, yakni untuk memungkinkan tercampurnya minyak dengan air agar dapat dibersihkan dengan bilasan air. Fenomena ini disebut emulsifikasi.

Surfaktan bertanggung jawab untuk emulsifikasi

Struktur umum surfaktan, komponen utama dalam sabun. Photo copyright of Calista for Miareveals

Komponen dalam sabun yang bertanggung jawab untuk mengemulsifikasi minyak dan air adalah surfaktan. Struktur surfaktan terbagi menjadi dua, yakni kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik (lipofilik), diilustrasikan pada gambar di atas. Ekor hidrofobik tidak hanya mampu mengikat minyak, tapi kotoran-kotoran lain yang juga bersifat nonpolar seperti minyak. Saat digunakan untuk membersihkan kotoran, ekor hidrofobik surfaktan mengikat kotoran sedangkan kepala hidrofilik surfaktan berikatan dengan air. Lama kelamaan, surfaktan membentuk bola kecil dengan kotoran dan ekor hidrofilik di bagian dalamnya. Bola surfaktan ini disebut sebagai micelle. Kotoran pun dapat dibilas dengan air bersama dengan surfaktan, menyisakan permukaan yang bersih.

Mekanisme kerja surfaktan secara umum dalam membersihkan kotoran dari suatu permukaan. Sumber: https://www.aboutcleaningproducts.com/science/surfactant-science/

Kenapa sabun diaplikasikan dengan menggosok?

Agar surfaktan dapat mengikat kotoran, molekul surfaktan harus bertemu dengan molekul kotoran. Secara teoritis, pertemuan ini dapat terjadi meskipun kita hanya mendiamkan sabun di atas kotoran. Namun, proses pembersihan akan menjadi sangat lama dan sama sekali tidak praktis. Itulah sebabnya kita melakukan gerakan menggosok saat menggunakan sabun. Pada dasarnya, gerakan menggosok membantu mempercepat pertemuan antara molekul surfaktan dengan molekul kotoran. Hal ini bukan berarti segala hal perlu digosok dengan kuat-kuat untuk memastikan kebersihannya, ya! Membersihkan kulit pastinya tidak memerlukan kekuatan sebesar mencuci baju, kan? Gosoklah dengan kekuatan secukupnya, sesuai kebutuhan.

Bersih pangkal sehat!

Sebagai makhluk hidup, kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar saat menjalani aktivitas sehari-hari. Kita tidak tinggal sendirian di dunia ini. Tanpa kita sadari, udara dan permukaan benda-benda di sekitar kita ditinggali oleh mikroba, sebagian di antaranya dapat menginfeksi dan menimbulkan penyakit pada tubuh kita. Mikroba-mikroba ini terutama senang tumbuh pada tempat yang memiliki banyak kotoran. Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan demi hidup yang sehat, bebas dari penyakit!

Cleansing, tahap pertama dalam basic skincare

Sebagai makhluk hidup, kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar saat menjalani aktivitas sehari-hari. Interaksi terutama terjadi pada kulit yang merupakan permukaan terluar tubuh kita. Kotoran pun terakumulasi pada kulit kita dari berbagai benda yang kita sentuh dan dari udara yang mengelilingi kita. Selain itu, kulit juga memproduksi keringat dan sebum yang dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman di permukaan kulit jika berjumlah terlalu banyak.

Jika dibiarkan saja di permukaan kulit, akumulasi kotoran, keringat, dan sebum dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari penyumbatan pori hingga infeksi oleh macam-macam mikroba. Kulit yang bersih juga penting untuk memastikan produk skincare yang kita gunakan berikutnya dapat terserap dan bekerja dengan baik pada kulit. Maka dari itu, cleansing adalah tahap pertama dalam basic skincare, karena kulit yang bersih adalah gerbang menuju kulit yang sehat. Ingat saja pepatah bersih pangkal sehat!

Ilustrasi kerja cleanser membersihkan kotoran di dalam pori-pori kulit. Sumber: shutterstock.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *