February 29, 2024

Ilustrasi masker vitamin C

Kulit cerah, glowing, dan sehat adalah impian bagi banyak orang. Nah, bagaimana sih caranya agar kulit kita cerah alami? Dan, bagaimana caranya agar warna kulit wajah bisa sama dengan warna kulit tercerah di tubuh kita? Kuncinya adalah penggunaan vitamin C! Yuk, kita pahami dulu apa saja manfaat vitamin C bagi kulit dan bagaimana mekanismenya dalam mencerahkan dan menyehatkan kulit kita!

Ilustrasi masker vitamin C untuk kulit. Sumber: pexel.com
Ilustrasi masker vitamin C untuk kulit. Sumber: pexel.com

Vitamin C untuk photoprotection

Manfaat pertama yang akan gue bahas adalah vitamin C sebagai agen photoprotection, dimana photo yang dimaksud adalah radiasi sinar UV. Radiasi sinar UV merupakan salah satu penyebab munculnya molekul atau atom radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu terjadinya serangkaian reaksi kimia, spesifiknya reaksi oksidasi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan sel. Kerusakan sel lalu mengakibatkan terjadinya penuaan, bahkan kanker kulit.

Untuk mencegah reaksi oksidasi tersebut maka dibutuhkan senyawa antioksidan (anti-oksidasi). Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang sangat bagus, yang tugasnya menangkap radikal bebas. Ketika radikal bebas sudah ditangkap oleh antioksidan, maka reaksi oksidasi ke sel kulit tidak terjadi. Sel-sel kulit pun tetap sehat terlindungi.

Vitamin C membantu pembentukan kolagen

Manfaat kedua dari vitamin C adalah membantu neocollagenesis, yang artinya pembentukan kolagen baru. Vitamin C merupakan cofactor, suatu senyawa non-protein yang dibutuhkan agar suatu enzim dapat bekerja dengan baik. Dalam pembentukan kolagen, dibutuhkan beberapa enzim, dan enzim-enzim tersebut butuh cofactor berupa vitamin C. Selain sebagai cofactor, vitamin C dapat meningkatkan produksi kolagen dengan cara membantu diekspreksikannya gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan kolagen.

Vitamin C menghambat melanogenesis

Manfaat ketiga, yaitu sebagai agen penghambat melanogenesis, alias menghambat pembentukan melanin. Melanin adalah pigmen warna tubuh yang bertanggung jawab memberikan warna pada kulit, bola mata, rambut. Sebagai pigmen warna kulit, sebetulnya fungsi melanin ini baik. Melanin dapat mengabsorbsi radiasi sinar UV sehingga sel-sel kulit terlindungi dari bahaya radiasi sinar UV tersebut. 

Tapi jika kulit kita terus-menerus terpapar sinar UV secara berlebihan (misal karena tidak pakai sunblock), maka kulit akan mengalami inflamasi. Inflamasi inilah yang memberikan sinyal ke tubuh untuk memperbanyak produksi melanin di daerah yang terpapar sinar UV berlebihan tadi.

Melanogenesis atau pembentukan melanin dilakukan agar ke depannya bagian kulit tersebut lebih terlindungi dari UV. Sayangnya, jika melanin diproduksi secara berlebihan, maka akan timbul hiperpigmentasi berupa bercak coklat atau hitam di kulit. Kondisi hiperpigmentasi setelah inflamasi (karena sebab apapun) disebut juga dengan post inflammatory hyperpigmentation (PIH).

Ilustrasi bercak-bercak coklat pada kulit wajah. Sumber: pexel.com
Ilustrasi bercak-bercak coklat pada kulit wajah. Sumber: pexel.com

Vitamin C menghambat produksi melanin yang berlebihan tadi dengan cara mengganggu kerja enzim tirosinase, suatu enzim yang berperan dalam produksi melanin. Tentunya, tidak semua PIH dapat memudar hanya dengan penggunaan vitamin C, baik secara oral (diminum), injeksi, atau topikal (dioleskan ke kulit). Jika hiperpigmentasi sudah berwarna sangat gelap, areanya luas, bercak-bercaknya banyak, maka butuh treatment lain sesuai anjuran dokter kulit.

Wah, ternyata vitamin C ini penting banget ya untuk kulit! Lalu, adakah cara terbaik untuk kulit mendapatkan vitamin C secara optimal? Tentu ada, dan gue akan bahas di artikel berikutnya. Nah teman-teman, apakah sudah menggunakan vitamin C di dalam beauty routine kalian? Share di kolom komentar yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *