February 29, 2024
Photo by SHVETS production: https://www.pexels.com/photo/woman-taking-cosmetic-product-from-container-9774611/

Illustration of Moisturizer by SHVETS Production from pexels.com

Moisturizer atau pelembab adalah komponen esensial dalam basic skincare. Semua jenis kulit—baik kering, berminyak, dan kombinasi—memerlukan kelembaban untuk dapat menjalankan fungsi fisiologisnya dengan baik. Tugas moisturizer adalah untuk mengembalikan dan menjaga kelembaban kulit setelah dicuci dan selama menjalani hari. Yuk, simak cara moisturizer menjalankan tugasnya untuk kulit sehat!

Kenali musuhmu: TEWL

Transepidermal water loss (TEWL) adalah peristiwa menguapnya air dari dalam tubuh melalui kulit. Air utamanya menguap dari kulit melalui celah-celah antarsel. Maka dari itu, kulit memiliki jaringan lipid rapat dan senyawa-senyawa pengikat air untuk menghalangi penguapan tersebut. Kelembaban yang mumpuni diperlukan untuk menjaga ketegaran kulit serta menjaga proses deskuamasi yang efektif. Dalam keadaan iritasi atau terluka, kulit yang lembab mampu menyembuhkan diri dengan lebih efektif. TEWL yang tinggi mengindikasikan adanya gangguan pada fungsi barrier kulit.

Transepidermal water loss (TEWL): Air utamanya menguap dari kulit melalui celah-celah antarsel. Photo copyright of Calista for Miareveals

Apa fungsi dari moisturizer?

Sesuai namanya, moisturizer atau pelembab pada intinya berfungsi untuk melembabkan kulit. Selain itu, moisturizer membentuk lapisan protektif yang melindungi kulit dari gesekan mekanis serta memperhalus permukaan kulit. Moisturizer bekerja melalui 3 mekanisme umum: humectant, emollient, dan occlusive.

Mekanisme kerja moisturizer: humectant, emollient, occludent (occlusive). Sumber: Barnes dkk, 2021

Humectant: Penarik air

Mekanisme humectant dijalankan oleh senyawa-senyawa yang bersifat higroskopis. Higroskopis artinya, senyawa tersebut memiliki kecenderungan untuk menarik molekul air (lembab) dan mengikat kelembaban tersebut. Dengan demikian, ketika diaplikasikan pada kulit, humectants membantu meningkatkan kelembaban stratum korneum dengan menarik dan mengikat air dari lingkungan sekitar.

Bahan-bahan humectant yang umum digunakan dalam formulasi moisturizer, antara lain gliserin, hyaluronic acid, urea, propilen glikol, sorbitol, panthenol, dan AHA (pada pH dan komposisi tertentu).

Emollient: Pengisi celah antarsel

Mekanisme emollient dijalankan oleh senyawa-senyawa lipid. Emollients mengisi celah antarsel dan menurunkan TEWL dengan cara serupa dengan jaringan lipid stratum korneum. Ingat bahwa TEWL umumnya terjadi melalui celah-celah antarsel. Lipid adalah senyawa yang bersifat hidrofobik, secara harafiah berarti “takut air”. Sebaliknya, air pun “takut” dengan lipid sehingga kesulitan untuk menguap melalui jaringan lipid yang rapat. Emollients juga mengisi celah antarkorneosit yang sedang di tengah proses deskuamasi (lepas dari permukaan kulit) sehingga permukaan kulit terasa lebih halus. Selain mengisi celah antarsel, emollients mampu berinteraksi dengan komponen aktif stratum korneum sehingga mampu mempengaruhi proses biokimia stratum korneum dan meningkatkan fungsi barrier kulit.

Bahan-bahan emollient yang umum digunakan dalam formulasi moisturizer, antara lain linoleic acid, oleic acid, dimethicone, stearic acid, dan isopropyl palmitate. Minyak nabati (seperti castor oil dan jojoba oil) juga sering digunakan dalam formulasi sebagai emollient.

Occlusive: Membentuk lapisan hidrofobik

Mekanisme occlusive (occludent) juga dijalankan oleh senyawa-senyawa lipid. Berbeda dengan emollient, occludents membentuk lapisan hidrofobik di permukaan kulit dan memerangkap air yang menguap. Dengan demikian, kelembaban di permukaan kulit pun meningkat. Banyak emollients dapat berfungsi sebagai occludent jika diaplikasikan dalam jumlah banyak.

Bahan-bahan occlusive yang umum digunakan dalam formulasi moisturizer, antara lain petrolatum (vaseline), liquid paraffin, mineral oil, lanolin, dan dimethicone.

Sebaiknya memilih moisturizer yang seperti apa?

Pada formulasi moisturizer yang baik, moisturizer seharusnya memiliki kombinasi komposisi yang berfungsi sebagai humectant, emollient, dan occludent. Tugas kita sebagai konsumen adalah untuk memilih formula yang sesuai dengan kebutuhan kulit kita. Untuk teman-teman yang tinggal di lingkungan kering (seperti ruangan ber-AC), kulit mungkin perlu moisturizer yang lebih occlusive. Teman-teman yang memiliki kulit lebih berminyak kemungkinan besar lebih cocok dengan moisturizer yang lebih ringan dan lebih menonjol humectant-nya. Take those statements with a grain of salt! Kuncinya adalah untuk mengenali kulit, kebutuhan, dan preferensi diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *