February 29, 2024
Wanita dengan dagu yang lancip. Sumber: pexels.com

Wanita dengan dagu yang lancip. Sumber: pexels.com

Hai, balik lagi di MiaReveals.com! Setelah review jujur gue mengenai treatment tarik benang a.k.a. thread lift, kali ini gue mau membahas 9 hal yang WAJIB kamu ketahui sebelum tarik benang.

Bagi teman-teman yang berencana tarik benang dalam waktu dekat, penting untuk tahu hal-hal berikut. Why? Supaya bisa mengatur jadwal tanam benang kalian dengan lebih baik, plus bisa setting ekspektasi terkait hasil thread lift kalian.

So, apa aja nih 9 hal tersebut? Langsung aja kita simak!

1. Tarik benang berbeda dengan tanam benang

Sesuai namanya, tarik benang berarti ada benang yang dimasukkan ke wajah, lalu ditarik supaya bentuk / kontur wajah sesuai dengan target yang pasien inginkan. Kalau tanam benang, benang ditanam di bawah kulit wajah (tidak ditarik-tarik) dengan tujuan menstimulasi pembentukan kolagen. Umumnya, benang untuk tarik benang memiliki permukaan yang banyak kaitnya (cog), sementara benang untuk tanam benang memiliki permukaan yang rata dan lurus aja (mono).

Jenis benang berdasarkan permukaannya (dari kiri ke kanan): normal (mono), tornado, screw, cog. Sumber: situs International Fellowship of Advanced Aesthetics Science (IFAAS).
Jenis benang berdasarkan permukaannya (dari kiri ke kanan): normal (mono), tornado, screw, cog. Sumber: situs International Fellowship of Advanced Aesthetics Science (IFAAS).

Istilah tarik benang dan tanam benang ini mungkin hanya ada di Indonesia ya. Karena kalau gue cari padanan bahasa Inggris dari tanam benang, itu tetap saja baliknya ke thread lift (tarik benang). But, let me know if you have any information on this!

2. Beda bahan benang, beda pula ketahanannya

Benang untuk tarik benang terbuat dari polimer khusus yang bersifat non-toksik dan dapat didegradasi oleh tubuh. Ada beberapa jenis polimer yang digunakan untuk tarik benang, yaitu polydioxanone (PDO), polylactic acid (PLA), dan polycaprolactone (PCL). Beda polimer, beda pula ketahanannya di dalam tubuh. PDO bisa tahan hingga 6-12 bulan, PLA bisa tahan 14-18 bulan, PCL bisa tahan 16-24 bulan. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter mengenai pilihan benang yang sesuai dengan beauty needs-mu ya!

3. Lakukan tarik benang minimal 1 bulan pasca botox

Untuk teman-teman yang sudah sering melakukan tindakan medis di beauty clinic, pasti ga asing lagi nih dengan botox. Botox adalah istilah untuk treatment kecantikan yang menggunakan injeksi atau suntikan berisi botulinum toxin ke otot-otot tertentu pada wajah. Tujuannya adalah untuk mengencangkan otot wajah tersebut dan mengurangi penampakan kerutan (facial lines) di wajah.

Pasca botox, wajah perlu periode waktu tertentu agar botox bisa bekerja dengan baik di area target. Kira-kira butuh waktu 2 minggu s.d. 1 bulan agar botox dapat memberikan hasil terbaik pada wajah. Maka dari itu, jika teman-teman ingin melakukan thread lift, baiknya berikan jeda 1 bulan setelah botox ya!

Hal tersebut dilakukan agar prosedur tarik benang tidak terganggu maupun mengganggu kerja botox. Sebaliknya, jika thread lift-nya dilakukan terlebih dahulu, maka berikan jeda 1 bulan sebelum suntik botox.

4. Luangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang di beauty clinic yang terpercaya

Prosedur tarik benang wajah itu butuh waktu yang cukup lama! Untuk tarik benang area pipi, rahang, dan hidung, gue butuh waktu treatment hingga 4 jam. Orang lain bisa jadi ada yang lebih cepat, ada juga yang lebih lama. Hal ini karena tingkat kompleksitas tarik benang yang harus dilakukan dokter itu berbeda-beda, tergantung bentuk wajah pasien, usia, luas area wajahnya, dan lain-lain. That’s why, teman-teman harus meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang.

Maka, saran gue:

  • Pilih klinik kecantikan yang terpercaya
  • Cek jadwal kalian untuk menentukan hari-H treatment, plus pastikan 1-2 hari setelahnya kalian punya waktu untuk face healing (hari libur / ga ada meeting / ga beraktivitas di luar ruangan)
  • Book appointment dengan dokter yang memang ahli tarik benang di klinik tersebut.

5. Jumlah benang yang digunakan tiap orang belum tentu sama

Again, kompleksitas tarik benang itu bervariasi antar individu. Untuk objektif yang sama, misalnya pipi yang lebih tirus, belum tentu jumlah benang yang dipakai antara pasien A dan pasien B itu sama. Apalagi kalau bentuk wajah, komposisi lemak dan otot wajah, serta usia kedua orang tersebut berbeda.

6. Pertimbangkan untuk mengkombinasi tarik benang dengan filler

Yes, ini bisa kamu tanyakan lebih lanjut ya saat konsultasi dengan dokter kulit atau aesthetician, sebelum tarik benang. Sesuai namanya, filler alias pengisi, berfungsi untuk mengisi / menambahkan volume / memanjangkan dimensi pada suatu titik wajah. Gue pribadi menggunakan kombinasi tarik benang dan filler di area dagu agar lebih lancip (V-shape) dan di area ujung hidung agar lebih mancung (pointy). Filler yang gue gunakan terbuat dari asam hyaluronat. Kapan-kapan gue akan bahas lebih detail ya tentang filler!

Wanita dengan dagu yang lancip. Sumber: pexels.com.
Wanita dengan dagu yang lancip. Sumber: pexels.com.

7. Wajah mungkin terasa kaku selama 2 minggu s.d. 1 bulan setelah tarik benang

Namanya juga habis di-adjust nih wajah, diatur-atur sedikit dimensinya ya kan biar lebih ciamik! Tentunya, wajah butuh waktu untuk membiasakan dimensi barunya ini (dimensi PxLxT lho yaa, bukan dimensi lain hiiyyy). 😉

Wajar kalau wajah terasa kaku di awal-awal. Kitanya sendiri memang merasa wajah jadi agak gimana gitu deh pas digerak-gerakkan, kayak ada yang menahan! Ditambah lagi, dari dokter memang menyarankan untuk tidak menggerakkan atau mengekspresikan wajah secara berlebihan dalam 2 minggu s.d. 1 bulan ke depan. Hal ini untuk meminimalkan resiko terjadinya pergeseran benang dari posisi awalnya, atau bahkan benangnya patah. Duh, makin takut deh gerak-gerakkin wajah!

Tapi tenang, setelah sebulan itu sudah mulai biasa saja. Apalagi setelah 2 bulan, sudah agak lupa tuh kalau pernah tarik benang! Hehe, sudah bisa lagi ketawa ngakak, mengunyah daging, menguap lebar, dan melakukan expressive facial expression lainnya!

8. Posttreatment routine MEMPENGARUHI ketahanan hasil tarik benang

Rutinitas kita selama sebulan pertama itu berpengaruh banget dalam menentukan ketahanan hasil tarik benang. Tentunya, kita mau supaya benang bisa hold our face shape layaknya kita inginkan. Seperti yang sudah gue singgung sedikit di poin ketujuh, selama 2 minggu s.d. 1 bulan pasca tarik benang, itu TIDAK BOLEH:

  • Terlalu ekspresif wajahnya, makan yang terlalu mengunyah, membuka mulut lebar-lebar
  • Tidur miring tanpa ditopang oleh bantal yang empuk
  • Olahraga berat, sauna, spa
  • Berjemur sinar matahari atau wajah terpapar panas berlebihan
  • Facial, totok aura / pencet-pencet wajah, botox, PRP, menggunakan face roller

Intinya, jangan memberi pressure (tekanan) pada wajah dan melakukan kegiatan yang membuat aliran darah (blood flow) ke wajah itu meningkat. Di 1 bulan tersebut, adanya pressure berlebihan pada wajah dikhawatirkan dapat menggeser atau mematahkan benang, sementara peningkatan blood flow ke wajah dapat menyebabkan wajah membengkak.

9. Hasil akhir BERVARIASI pada setiap orang

Selalu nih, disclaimer di setiap treatment adalah final result may varies. Alasannya, balik lagi ke kondisi tubuh setiap orang itu berbeda-beda. Usia, komposisi lemak dan otot wajah, kegiatan rutin yang orang tersebut jalani pasca treatment, skill dokter yang memberikan treatment, merk benang yang digunakan, dan lain-lain, semuanya itu berkontribusi dalam memberikan hasil akhir treatment yang bervariasi pada setiap orang.

Ngerti sih hasil akhir bervariasi pada tiap orang, tapi hasil akhir itu sesuatu yang bisa kita kontrol, lho! Caranya adalah dengan memahami dan melaksanakan hal-hal yang sudah gue sebutkan di atas! 🙂 Cari dokter yang skillful di klinik terpercaya, pastikan produknya berizin Kemenkes, lakukan post-treatment care dengan baik, dsb. Hal-hal tersebut mendukung kamu supaya mendapatkan final result that you want!

Wanita dengan wajah V-shape. Sumber: pexels.com
Wanita dengan wajah V-shape. Sumber: pexels.com

Oke teman-teman, itu tadi 9 hal yang WAJIB kamu ketahui sebelum tarik benang. Semoga artikel ini membantu kamu yang lagi cari informasi terkait treatment tersebut, ya! Untuk yang sudah pernah tarik benang, ada yang gue kelewat ga nih dari 9 poin tadi? Boleh dibagi di comment yaa ilmunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *